Jumat, 09 Desember 2016

Filosofi Bunga Matahari

Pernah melihat bunga matahari atau sunflower? Tentu banyak diantara kita pernah melihat bunga cantik berdiameter besar dengan warna kuning ini. Hampir sebagian orang menyukai bunga ini, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga mereka yang berusia lanjut baik laki-laki maupun perempuan.


            Mungkin mereka menyukai bentuknya, warnanya, atau wanginya. Namun yang pasti setiap bunga memiliki caranya masing-masing untuk menarik perhatian para peminatnya. Meskipun banyak yang pernah melihat secara langsung, namun ada juga yang belum pernah melihat bunga ini karena memang keberadaan bunga matahari tidak sebanyak bunga melati atau mawar.

Mengenal Bunga Matahari

            Helianthus annus L atau biasa kita kenal dengan bunga matahari, merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan Asteraceae (kenikir). Tanaman ini mempunyai bunga majemuk yang tersusun atas bunga-bunga kecil. Bunga berbentuk lingkaran ini mempunyai perilaku khas yaitu selalu mengikuti arah matahari. Bunga berwarna kuning ini menjadi bunga resmi salah satu negara bagian Amerika Serikat yaitu Kansas.

Dimana Bunga Matahari Dapat Tumbuh?

            Tumbuhan yang cocok ditanam saat musim semi ini (kalau di Indonesia semua musim) termasuk yang mudah ditanam, terutama jika dari biji. Bunga ini juga dapat tumbuh dimana saja, baik dataran tinggi maupun rendah. Syarat utamanya adalah terkena sinar matahari yang cukup. Bunga semusim ini dapat tumbuh tegak dengan ketinggian 1 hingga 3 meter. Sedangkan daunnya merupakan daun tunggal yang berbentuk menyerupai hati. Umur bunga ini sangat pendek yakni kurang dari 1 tahun.

Manfaat Bunga Matahari

            Berdasarkan manfaatnya, bunga matahari digolongkan kedalam 4 kelompok. Berikut penjelasannya.

1. Kelompok penghasil minyak

            Bunga matahari khusus dibudidayakan untuk dimanfaatkan minyak dari biji bunganya. Bunga matahari jenis ini mempunyai biji bercangkang tipis. Namun kandungan minyaknya cukup tinggi hingga 52 persen. Jadi sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai penghasil minyak.

2. Kelompok pakan dan pupuk hijau

            Bunga matahari jenis ini hanya diambil daunnya untuk digunakan sebagai pupuk atau pakan. Hal ini karena bunganya mempunyai ukuran kecil.

3. Kelompok tanaman hias

            Bunga matahari masuk dalam tanaman hias karena mempunyai mahkota berwarna menarik dan bentuknya cukup besar. Karena dimanfaatkan sebagai tenaman hias tentu bunga ini mempunyai variasi warna bunga dan hampir setiap cabang ada bunganya.

4. Kelompok kuaci

            Tanaman bunga matahari yang masuk kelompok ini dibudidayakan untuk diambil bijinya saja. Biji itulah yang kemudian akan diolah sebagai makanan ringan sejenis kuaci.
FilosofiBunga Matahari

            Dinamakan bunga matahari karena bunga ini bergerak mengikuti arah matahari, juga bentuk bunganya yang sudah mekar menyerupai sang mentari yang sedang bersinar. Coba Anda perhatikan, pada pagi hari bunga matahari akan menghadap ke arah timur tempat matahari terbit. Kemudian bunga terus mengikuti pergerakan matahari hingga ke arah barat yang merupakan arah matahari terbenam. Sifat inilah yang sering diartikan sebagai kesetiaan. Bunga matahari juga merupakan simbol atau mamiliki arti kepatuhan yang tidak pernah menunjukkan pembangkangan atau protes.

            Bunga ini juga menjadi simbol kebahagiaan, kegembiraan, dan keceriaan. Arti ini mungkin diambil dari kelopak bunga yang berwarna kuning cerah. Bunga matahari tidak mungkin digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta, karena bunga ini tidak melambangkan kesan romantis seperti bunga mawar.Bunga ini lebih cocok mewakili hubungan persahabatan. Bunga matahari tampak begitu kuat dan    tidak mudah rapuh yang melambangkan sifat tegar.
Dalam dunia medis, bunga matahari dapat dijadikan obat alternatif berbagai penyakit. Batang bunga membawa sifat antiperik yang dapat menangkal flu. Sedangkan bunganya bersifat diuretik yang dapat mengatasi infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Biji bunga matahari pun tak kalah bermanfaat. Biji yang sering dijadikan kuaci ini berperan sebagai obat penenang dan migrain. Hal ini karena dalam biji bunga matahari terkandung zat aktis. Selain zat-zat tersebut, bunga matahari masih mempunyai kandungan asam lemak mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan lainnya. Tak ketinggalan bunga ini juga mengandung vitamin B1 yang berfungsi untuk mengatasi kelelahan dan mencegah masalah sistem syaraf.

            Demikian sedikit ulasan mengenai arti dan filososfi bunga matahari. Selain mempunyai makna yang indah, bunga ini tak kalah bagus dengan bunga lain. Bunga matahari dapat Anda tanam dengan rapi di halaman rumah, sehingga taman Anda lebih cantik dan ceria. Apakah Anda pernah mencoba menanam bunga matahari? 


sumber : bibitbunga.com/blog/arti-dan-filosofi-bunga-matahari/

Dibalik Kokohnya Pohon Bambu


Pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama. Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja. Namun, setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat dan ukuran nya tidak lagi centimeter melainkan meter.
Sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu Ternyata, selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang ber-puluh2 meter kelak kemudian hari.
Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan…justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.
Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pupus harapan…
“The hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity”
“Bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”

Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.
Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan & tanpa usaha keras.

Demikian pula dengan manusia, bagian terberat dari sebuah kesuksesan adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan.
Segala sesuatu terasa begitu berat dan PENUH TEKANAN…

Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.
Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.
Buya Hamka berkata: “Kalau hidup sekedar hidup, babi dihutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, dia akan merunduk.
Setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali.

Seperti perjalanan hidup seorang manusia, tak lepas dari cobaan dan rintangan…
Jadilah seperti pohon bambu…!!!
Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.

Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus  diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.
Pastikan dalam tahun2 mendatang, hidup kita akan MENJULANG TINGGI dan menjadi PEMBERI BERKAH bagi sesama seperti halnya pohon Bambu.

Kamis, 08 Desember 2016

Motivasi Dari Seekor Belalang

Sayasekarang mencoba mengkaji tenteng kisah Kisah Seekor Belalang dari buku yang saya sudah lupa judulnya, pokoknya buku tentang motivasi-motivasi gitu. Kemaren saya sempat membahas tenteng filosofi semut, sekarang akan saya lanjutkan tentang Kisah Seekor Belalang. Duduk yang manis terus baca dongengnya OK kawan-kawan.

Kisah Seekor Belalang


Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. 
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?". Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan". Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Dari Kisah Seekor Belalang kita bisa mengambil suatu yang penting untuk belajar dalam menghadapi kehidupan ini. Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "kotak" itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?

Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.

Menguak Sejarah, Makna dan Filosofi Ketupat dalam Tradisi Lebaran

Pernah ga kalian berpikir tentang apa sih maksud di balik tradisi ketupat di hari lebaran idul fitri? Yuk kita ulas sejarah dan maknanya berikut ini.


Makna Ketupat

Arti dan Makna Filosofi Ketupat di Tanah Jawa
ketupat tidak lepas dari perayaan Idul Fitri. Dalam perayaan Idul Fitri, tentunya di situ ada satu hal yang tidak pernah pisah dari perayaan Ketupat Lebaran. Istilah tersebut telah menjamur di semua kalangan umat Islam terutama di pulau Jawa.

Ketupat atau kupat sangatlah identik dengan Hari Raya Idul Fitri. Buktinya saja di mana ada ucapan selamat Idul Fitri tertera gambar dua buah ketupat atau lebih. Apakah ketupat ini hanya sekedar pelengkap hari raya saja ataukah ada sesuatu makna di dalamnya?

Ketupat

Sejarah Ketupat.
Adalah Kanjeng Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut BAKDA KUPAT tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dianyam, ketupat diisi dengan beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan.

Arti Kata Ketupat

Dalam filosofi Jawa, ketupat lebaran bukanlah sekedar hidangan khas hari raya lebaran. Ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.

Ngaku Lepat

Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang Jawa.
Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, dan ini masih membudaya hingga kini.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khusunya orang tua.

Laku Papat

Laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan Lebaran.
Empat tindakan tersebut adalah:
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.

Arti Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan

Lebaran

Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan

Bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran pun selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat Islam, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.

Leburan

Maknanya adalah habis dan melebur.
Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

Laburan

Berasal dari kata labur atau kapur.
Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.

Nah, itulah arti kata ketupat yang sebenarnya.
Selanjutnya kita akan mencoba membahas filosofi dari ketupat itu sendiri.

Filosofi Ketupat:

1. Mencerminkan beragam kesalahan manusia.
Hal ini bisa terlihat dari rumitnya bungkusan ketupat ini.

2. Kesucian hati.
Setelah ketupat dibuka, maka akan terlihat nasi putih dan hal ini mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan.

3. Mencerminkan kesempurnaan.
Bentuk ketupat begitu sempurna dan hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak Idul Fitri.

4. Karena ketupat biasanya dihidangkan dengan lauk yang bersantan, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang “KUPA SANTEN“, Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten (Saya Salah Mohon Maaf).

Itulah makna, arti serta filosofi dari ketupat.

Betapa besar peran para Wali dalam memperkenalkan agama Islam dengan menumbuhkembangkan tradisi budaya sekitar, seperti tradisi lebaran dan hidangan ketupat yang telah menjadi tradisi dan budaya hingga saat ini.

Secara umum ketupat berasal dan ada dalam banyak budaya di kawasan Asia Tenggara. Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Makanan khas yang menggunakan ketupat, antara lain kupat tahu (Sunda), katupat kandangan (Banjar), Grabag (kabupaten Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (dari Makassar, ketupat dinamakan Katupa), lotek, serta gado-gado yang dapat dihidangkan dengan ketupat atau lontong. Ketupat juga dapat dihidangkan untuk menyertai satai, meskipun lontong lebih umum.

Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Di Filipina juga dijumpai bugnoy yang mirip ketupat namun dengan pola anyaman berbeda.[1]

Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Di antara beberapa kalangan di Pulau Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Ada masyarakat yang memegang tradisi untuk tidak membuat ketupat di hari biasa, sehingga ketupat hanya disajikan sewaktu lebaran dan hingga lima hari (Jawa, sepasar) sesudahnya. Bahkan ada beberapa daerah di Pulau Jawa yang hanya menyajikan ketupat di hari ketujuh sesudah lebaran saja atau biasa disebut dengan Hari Raya Ketupat.

Di pulau Bali, ketupat (di sana disebut kipat) sering dipersembahkan sebagai sesajian upacara. Selain untuk sesaji, di Bali ketupat dijual keliling untuk makanan tambahan yang setaraf dengan bakso, terutama penjual makanan ini banyak dijumpai di Pantai Kuta dengan didorong keliling di sana.

Tradisi ketupat (kupat) lebaran menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat (kesalahan) yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat. Asilmilasi budaya dan keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi tradisi Islami ketika ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat Islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Dari berbagai sumber via Karyacerdas.wordpress.com 

Selasa, 06 Desember 2016

Karena Air Tahu Kemana Harus Bermuara

Beberapa pekan ini, hampir setiap sore, kota Serang dan sekitarnya diguyur oleh hujan. Kadang bisa dalam bentuk gerimis yang romantis, di lain waktu hujan turun seperti air yang dicurahkan dari langit. Hujan dan air selalu menyibakkan misteri dan inspirasi. Anda pasti mengenal bau tanah basah setelah hujan. Bagi saya, bau tanah basah setelah hujan adalah bau yang sangat eksotis. Dengan catatan, bukan tanah yang berada di dekat selokan kotor ya. Biasanya, tanah basah berpadu dengan rerumputan akan menciptakan sensasi bau yang benar-benar membangkitkan imajinasi. 

Seperti hujan sore ini, dari pinggir jalan saya memerhatikan aliran air yang memenuhi selokan. Kemudian ia mengalir entah ke mana. Setelah hujan agak reda, air pun mengalir dari daun dan jatuh kembali ke tanah. Sepertinya karena terlalu memerhatikan perilaku air, menurut saya ada tiga filosofi air yang amat mulia dan analog dengan perilaku manusia. Mau tahu filosofinya:

Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Kalau saya tidak salah ingat, dahulu saya mendapatkan pelajaran mengenai sifat-sifat air ketika duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Salah satu sifat tersebut adalah perilaku air yang selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Kecuali di zaman modern ketika mesin pompa sudah ditemukan, pada zaman dahulu tentu amat susah untuk menaikkan air dari tanah ke permukaan yang lebih tinggi. 


Saya yakin, Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Menurut saya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Apalagi air identik dengan sumber kehidupan. Maka tidak salah jika sifat pertama ini saya analogikan dengan pemimpin yang melayani. Pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin. 

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Cobalah Anda buat sebuah kotak kedap air yang bersekat tapi memiliki celah. Kemudian isi kotak tersebut dengan air. Air pasti akan berusaha memenuhi kotak tersebut dengan wujudnya. Perlahan tapi pasti, melalui celah antar sekat, air akan mengisi kotak tersebut hingga penuh.

Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Dengan meniru sifat air, kita seharusnya bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang bermasalah atau kekurangan. Tentu, jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita selalu memiliki waktu untuk melengkapi kehidupan manusia lainnya. Artinya, kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi. Karena sebenarnya, batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita. 

Ketiga, air selalu mengalir ke muara. Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah dan serampangan. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Patut diingat, hal terpenting bukanlah waktu tempuh yang akan dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai. 

Oke, itulah tiga filosofi air yang bisa saya umpamakan dengan perjalanan kehidupan manusia. Jika Anda memiliki filosofi lain terkait dengan air, silakan ditambahkan ya. Selamat meneladani sifat air

Minggu, 04 Desember 2016

Dibalik Sebuah Senyuman Yang Indah


Sebelumnya kita telah membahas makna dari sebuah senyuman, nsh sekarang kita akan membahas tentang manfaat dari senyuman. Untuk yang belum tau manfaat dari sebuah senyuman yuk baca bareng-bareng, karena kalian juga harus tau kalau senyum juga mempunyai segudang manfaat lho, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Diantaranya yaitu:

  • Manfaat senyum untuk KESEHATAN
Ada beberapa jenis penyakit yang berkurang dengan teraphy senyum:
  a. Menghilangkan stress
  b. Menurunkan tekanan darah
  c. Membuat awet muda
  d. Meningkatkan imunitas
  e. Membuat positive thinking
  f. Melepas endorphin, pemati rasa dan serotonin

  • Manfaat senyum untukPENAMPILAN
Senyum dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik.Walaupun yang tersenyum adalah orang yang sudah tua (kakek/nenek) yang sudah ompong dan keriput makan akan menjadikannya lebih baik.

Seperti mempunyai makna dan nuansa tersendiri, mungkin lebih manis kesannya. Menjadi lebih baik dan menyejukkan hati. Karena dengan senyum kita akan lebih dihormati dan dan disegani oleh orang lain, baik yang sudah kenal maupun dengan orang yang belum kenal.

  • Manfaat senyum untuk IBADAH
   a. Bertanda murah hati
   b. Sebagai obat jiwa
   c. Penawar rohani
   d. Menunjukkan suatu kebahagiaan
   e. Murninya suatu tujuan
   f. Menambah ketenangan hati
   g. Memberikan kesan berseri
   h. Sebagai isyarat hati.

  • Manfaat senyum untuk SOSIAL
Senyuman yang merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat. Ini akan menambah suasana menjadi lebih hangat dan indah. Karena memang ketika melihat orang yang murah senyum akan terasa menyenangkan. Bahkan apabila hidup ini tidak sepi dari nuansa aktivitas yang dicontohkan oleh rasulullah SAW ini, insyaallah akan menambah semangat hidup.

Senyuman itu memang SESUATU. Sesuatu yang memang menyenangan, yang bisa membuat hari-hari kita menjadi lebih indah. Hendaklah kita dapat menciptakan nuansa yang seperti ini, setiap kehidupan kita tapaki dengan penuh ketulusan dan ketenangan. Kita dapat bertegur sapa di jalan dengan orang lain, berkomunikasi dengan teman,maupun orang tua. Mari kita latih diri kita dengan senyum yang tulus,dimana saja dan kapan saja. Hadapilah perjalanan hidup kita dengan sebuah senyuman yang tulus. karena senyum itu bermanfaat dan tidak mahal harganya. 

Makna Sebuah Senyuman

Senyum adalah ungkapan hati sehingga tidak bisa di rekayasa. Ketika bibir tersenyum tapi hati sedang kesal atau gundah maka senyum itu akan terasa hambar. Ketika senyum mengembang sebagai visualisasi hati yang ikhlas maka akan diterima oleh hati penerima senyuman itu.


Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk urusan tersenyum tidak semua orang mampu untuk melakukannya, terlebih ketika seseorang sedang marah sulit sekali untuk melepaskan diri dari cemberut. Wajah yang semulanya rupawan, kalau sedang marah jadi kelihatan buruk dan menakutkan. Memang benar, jika melihat wajah orang yang " angker " dalam keseharian akan menimbulkan kesan asing dan menakutkan.

Bila kita renungkan, tersenyum merupakan suatu perbuatan yang mempunyai nilai tersendiri untuk menghormati orang lain. Karena senyuman merupakan satu sifat dan akhlak mulia. Namun tidak jarang senyum yang dilemparkan menjadi sebuah senjata ampuh untuk memikat seseorang. Banyak sekali orang yang jatuh hati disebabkan oleh sebuah senyuman. 

Sebagaimana jamaknya suatu budaya, senyuman pun kini telah mengalami perkembangan. Senyum menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya masing-masing. Warna-warni itu ada beberapa macamnya. Dan inilah warna-warni senyuman:

  • SENYUM KETULUSAN
Senyum ketulusan adalah senyum yang datang dari dalam relung hati yang paling dalam. senyum ini muncul untuk membahagiakan, menghormati dan memuliakan orang lain. Senyuman ini menunjukan kondisi paralel antari bibir dengan hati. Sebuah senyum yang dari syariat islam mempunyai nilai ibadah, sebuah sedekah yang mudah dan ringan. 

Senyuman ini mampu menambah keakraban dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi langsung maupun dengan media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orang tua, teman atau orang lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung, getaran senyumannya dapat menggetarkan mata batin kita. Subhanallah :)

  • SENYUM KETABAHAN
Sebuah senyuman yang muncul dari seorang perkasa dan jantan. Sosok-sosok yang mampu menghadapi musibah dalam hidupnya dengan tabah dan tidak mengeluh. Senyum ini akan dirasakan oleh orang-orang yang dekat dengan Allah SWT.

  • SENYUM KETEGARAN
Sebuah senyum yang menghiasi bibir-bibir orang berwibawa dan mempunyai kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka mengalami musibah yang berat kemudian sukses. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi jika memiliki senyum itu.

  • SENYUMAN MENGGODA
Sebuah senyuman nakal yang bertujuan untuk memperdayai beberapa lelaki hidung belang. Suatu perbuatan yang akan menjerumuskan kita dalam jurang kemaksiatan. maka kita harus menggunakan senyuman dengan baik. Tahu dimana kita harus tersenyum. 

Sebagai contoh, seorang wanita yang menebaran senyuman genit nya untuk memikat hati para laki-laki hidung belang dengan tujuan untuk mengajaknya melakukan perbuatan yang bermaksiat.

  • SENYUMAN EGOIS (PALSU)
Sebuah senyum yang tidak bersahabat. Senyum tersebut berbentuk perasaan dendam kesumat. Senyum ini timbul akibat perasaan dendam atau benci kita terhadap pihak lain tetapi kita tidak mampu untuk mengungkapkan dalam kata-kata. 

Kita hanya memendamnya dalam batin dan jika bertemu kita berpura-pura tersenyum tetapi dalam hati kita sangat benci dan muak. Senyum ini dapat menyakiti orang yang melihatnya atau orang yang menerima senyuman itu.